Zuhur: Al-Qur’an dan Hadis

Dalil dari Al-Qur’an dan hadis, pandangan Sunni (Hanafi, Syafi‘i, Maliki, Hanbali) dan pandangan Syiah (Ja‘fari) berdampingan.

Waktu sholat Zuhur

Pandangan Sunni (Hanafi, Syafi‘i, Maliki, Hanbali)

  • QS 17:78 Dirikanlah sholat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam.
  • Abu Dawud 393, Tirmidzi 149 Jibril mengimami Zuhur saat matahari tergelincir, dan pada hari kedua saat bayangan sama panjang dengan bendanya.
  • Shahih Muslim 618 Nabi ﷺ sholat Zuhur ketika matahari tergelincir.
  • Shahih Muslim 612 Waktu Zuhur sampai bayangan seseorang sama dengan tingginya, selama Asar belum masuk.
  • Shahih al-Bukhari 533, Shahih Muslim 615 Jika panas sangat terik, tundalah Zuhur sampai agak sejuk. Karena itu mazhab Hanafi menunda Zuhur di musim panas.

Pandangan Syiah (Ja‘fari)

  • Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jilid 1, bab waktu sholat, hadis 1-3 Imam ash-Shadiq dan Imam al-Baqir: jika matahari tergelincir, masuklah waktu Zuhur dan Asar bersama, Zuhur dahulu, sampai matahari terbenam.
  • Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jilid 1, bab waktu sholat, hadis 4 Waktu utama Zuhur sampai bayangan dua kaki setelah tengah hari, dan Asar dua kaki berikutnya.
  • Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jilid 1, bab waktu sholat, hadis 27 Nabi ﷺ menyuruh muazin menunda sedikit azan Zuhur saat panas terik.
  • Shahih Muslim 705 Ibnu Abbas: Nabi ﷺ menjamak Zuhur dan Asar di Madinah tanpa rasa takut dan hujan, agar tidak memberatkan umatnya.

Keutamaan sholat Zuhur

Pandangan Sunni (Hanafi, Syafi‘i, Maliki, Hanbali)

  • Abu Dawud 1269, Tirmidzi 428 Siapa yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari neraka.
  • Tirmidzi 478 Setelah matahari tergelincir pintu-pintu langit dibuka, dan Nabi ﷺ senang bila amal salehnya naik pada saat itu.

Pandangan Syiah (Ja‘fari)

  • Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jilid 1, bab waktu sholat, hadis 5 Imam ash-Shadiq: awal waktu sholat, saat matahari tergelincir, adalah waktu yang paling dicintai Allah dan paling utama.

Sholat Zuhur: rakaat

Pandangan Sunni (Hanafi, Syafi‘i, Maliki, Hanbali)

  • 4 rakaat fardhu. Hanafi: 4 sunnah sebelum dan 2 sesudah. Syafi‘i dan Hanbali: 2 sebelum dan 2 sesudah (4 sebelum juga sunnah).
  • Shahih al-Bukhari 1182 Aisyah: Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zuhur.
  • Shahih Muslim 728, Tirmidzi 415 Dua belas rakaat sunnah sehari membangun rumah di surga: di antaranya 4 sebelum Zuhur dan 2 sesudahnya.
  • Shahih al-Bukhari 1180 Ibnu Umar mengingat 2 rakaat sebelum Zuhur dan 2 sesudahnya.
  • QS 62:9 Pada hari Jumat, sholat Jumat (2 rakaat setelah khutbah) menggantikan Zuhur.

Pandangan Syiah (Ja‘fari)

  • 4 rakaat wajib, didahului 8 rakaat nafilah.
  • Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jilid 1, bab waktu sholat, hadis 1 Imam ash-Shadiq: jika matahari tergelincir, waktu telah masuk; sholatlah setelah selesai nafilahmu.
  • Wasa’il asy-Syi‘ah, jilid 4, hlm. 46 Sholat harian 51 rakaat, 17 wajib dan 34 nafilah.
  • QS 62:9 Pada hari Jumat, dalam mazhab Ja‘fari kini Jumat dan Zuhur sama-sama sah sebagai pilihan.

Nomor hadis mengikuti sunnah.com. Sumber Ja‘fari disebut dengan nama kitab, jilid dan bab.

Dalil sholat lainnya

Terakhir diperbarui: Selasa, 6 Oktober 2026

Pengaturan